Apakah kamu tahu bahwa setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia?
Dengan diperingatinya Hari Lingkungan Hidup Sedunia diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pada perlindungan terhadap lingkungan dan ikut melakukan aksi nyata untuk menjaga bumi.
Fakta dan Kondisi Terkini Tentang Lingkungan di Indonesia
Lalu, sekarang bagaimana keadaan lingkungan di Indonesia?
Permasalahan lingkungan di Indonesia masih menjadi pembahasan yang belum juga usai. Banyak permasalahan lingkungan yang membutuhkan banyak perhatian dari pemerintah, masyarakat, maupun masyarakat adat.
Dampaknya pun tidak bisa diremehkan, tetapi sayangnya masih saja ada masyarakat yang kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Padahal akibat dari lingkungan tidak terjaga dengan baik menyebabkan munculnya berbagai bencana bahkan tak jarang memakan korban jiwa.
Beberapa masalah besar lingkungan yang terjadi di Indonesia?
1. Permasalahan Sampah
Instagram : pandawaragroupTingginya tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia menyebabkan meningkatnya jumlah konsumsi masyarakat. Konsumsi yang tinggi mempengaruhi jumlah sampah, apalagi hal ini tidak diimbangi dengan kepedulian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan sistem pengelolaan sampah yang baik.
Sering kita jumpai sampah yang menumpuk di tanah kosong, sungai, danau, dan yang lebih parah sampah menumpuk di pantai. Foto di atas diambil oleh aksi lima sekawan yang diberi nama Pandawara Group di sebuah Pantai Labuan, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pantai yang seharusnya menjadi tempat destinasi dan berlibur dengan pemandangan indahnya malah tercemar oleh tumpukan sampah yang menutupi pasir pantai.
2. Banjir
Banjir menjadi bencana yang sering terjadi di Indonesia, apalagi jika sudah memasuki musim hujan. Banjir sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia, penyebabnya pun beragam dari sistem pembuangan air yang kurang baik, tumpukan sampah yang menghambat aliran air, sampai kurangnya daerah resapan air.
3. Sungai Tercemar
Instagram : @pandawaragroupGambar sungai di atas berada di Sungai Citepus, Kampung Bojong sebelum dibersihkan oleh Pandawara Goup. Sungai memiliki peran yang sangat penting di lingkungan, tetapi sungai di atas tercemar oleh banyaknya sampah yang mengotori air sungai. Dengan tercemarnya sungai dapat mengganggu siklus air bahkan dapat membahayakan biota laut jika sampai mengalir ke laut.
Mengutip dari situs PPID Pemerintah Kabupaten Jember, penyebab utama tercemarnya sungai adalah pembuangan limbah industri, limbah rumah tangga, dan kegiatan pertambangan. Penyebab lainnya termasuk pembuangan sampah, aktivitas transportasi, perubahan alamiah, dan penggunaan bahan kimia.
4. Pemanasan Global
Masalah satu ini sedang ramai dibahas di media sosial, hal ini karena pemanasan global atau global warning bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi juga semua negara merasakan dampak dari pemanasan global.
Pemanasan global seringkali dikaitkan dengan perubahan iklim karena memang perubahan iklim adalah salah satu akibat adanya pemanasan global. Selain itu, pemanasan global juga dapat mengakibatkan iklim tidak stabil, meningkatnya permukaan air laut, gangguan ekologi, dan dampak sosial lainnya.
Akibatnya di sejumlah daerah di Indonesia mengalami cuaca panas terik yang ekstrem. Menurut BMKG tercatat wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, mengalami suhu maksimum harian tertinggi, sekitar 37,2 derajat celcius pada 17 April 2023.
Upaya yang Dilakukan untuk Bergerak dan Berdaya Menjaga Lingkungan Hidup
Sebagai manusia yang hidup di bumi, sudah seharusnya berpegangan tangan menjaga dan melestarikan bumi. Antara pemerintah, masyarakat, dan masyarakat adat harus bekerja sama dan melakukan aksi nyata untuk mewujudkan pelestarian lingkungan.
Peran Pemerintah
Pemerintah sebagai pembuat kebijakan, peraturan negara, dan penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat, tentu memiliki peran yang sangat penting terhadap upaya mewujudkan kelestarian lingkungan hidup. Beberapa cara yang dapat dilakukan pemerintah, sebagai berikut:
Memberikan sanksi tegas kepada perusak lingkungan
Membentuk lembaga masyarakat yang bertugas untuk mengontrol swadaya kelestarian hutan
Menyediakan tempat pembuangan sampah
Menambah daerah resapan air
Melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Melakukan konservasi tanah untuk membantu mengendalikan erosi dan memperbaiki tanah
Mengajak perusahaan-perusahaan untuk melakukan Corporate Sosial Responsibility (CSR)
Peran Masyarakat
Masyarakat memilki peran yang sangat penting dalam menjaga lingkungan khususnya lingkungan di sekitarnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat dalam berkontribusi menjaga lingkungan hidup, seperti bercocok tanam yang dapat dilakukan di sekitar tempat tinggal, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan produk daur ulang, memilh sampah sebelum di buang, menghemat energi, dan banyak hal lainnya yang dapat dilakukan oleh masyarakat.
Peran Masyarakat Adat
Banyak bukti yang menyatakan bahwa masyarakat adat dan komunitas lokat diakui sebagai yang terbaik dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem di sekitarnya. Masyarakat adat yang telah lama tinggal di suatu tempat memiliki pengetahuan lokal mengenai pengelolaan tanah, tumbuhan, dan binatang di hutan maupun di sungai.
Oleh karena itu, peran masyarakat adat sangat penting, tetapi sayangnya masyarakat adat kurang mendapatkan perhatian terkait keikutsertaannya dalam perencanaan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam. Padahal keberadaan masyarakt adat dan komunitas lokal sangat berjasa dalam menjaga hutan dan bumi.
Dampak Emisi Karbon pada Perubahan Iklim terhadap Lingkungan
Emisi karbon adalah proses saat karbon dioksida berada I atmosfer yang dipicu oleh aktivitas manusia, seperti kegiatan industri, konsumsi energi, dan aktivitas digital. Adanya emisi karbon menyebabkan terjadinya perubahan iklim yang memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Beberapa dampak yang ditimbulkan emisi karbon pada perubahan iklim terhadap lingkungan, sebagai berikut:
Anomali cuaca atau terjadinya cuaca ekstrem
Meningkatnya suhu bumi
Mencairnya es di kutub
Meningkatnya permukaan laut
Risiko terjadinya kebakaran hutan
Meningkatnya curah hujan atau badai
Langkah Meminimalisir Dampak Emisi Karbon
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak emisi karbon yang sangat merugikan lingkungan dan bumi. Beberapa cara yang dapat dilakukan, sebagai berikut:
Menggunakan energi sesuai kebutuhan
Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mulai menggunakan transportasi umum
Menggunakan produk dalam negeri
Membawa kantong belanja
Mengurangi penggunaan smartphone, komputer, dan peralatan digital lainnya
Menghapus email yang sudah tidak terpakai
Mengurangi penggunaan rumah kaca
Menanam pohon untuk membantu menyerap emisi karbon yang dihasilkan
Memisahkan sampah sebelum dibuang
Tidak konsumtif saat berbelanja, khususnya bang-barang yang tidak dibutuhkan.
Tindakan Nyata yang Dilakukan untuk Mewujudkan Bumi Berdaya dan Pulih Lebih Kuat
Selain berdampak pada lingkungan, emisi karbon juga memberikan dampak bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, semua elemen yang ada harus bekerja sama mengurangi kegiatan yang dapat menghasilkan emisi karbn berlebihan. Ini tindakan nyata untuk #BersamaBergerakBerdaya #UntukmuBumiku yang dapat kita lakukan:
Menanam, selain berdampak positif untuk lingkungan, kegiatan menanam juga bermanfaat untuk menurunkan stress
Bersepeda untuk mengurangi penggunaan bensin dan solar
Gunakan tas belanja yang dapat digunakan kembali
Mematikan peralatan elektronik yang tidak terpakai
Menggunakan produk dalam negeri
Mengurangi penggunaan smartphone, komputer, dan menghapus email yang tidak terpakai.
Kebijakan untuk Mengurangi Mitigasi Risiko Perubahan Iklim
Ada beberapa peraturan dan kebijakan di Indonesia yang sampai hari ini belum dilakukan dengan baik, sehingga menyebabkan lingkungan hidup seringkali terlihat tidak terawat. Bukan hanya itu kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan juga perlu ditingkatkan.
Jika saya memiliki kesempatan untuk membuat kebijakan dalam mengurangi mitigasi risiko perubahan iklim. Kebijakan yang dapat dibuat menurut saya, sebagai berikut:
Mengadakan kerja bakti di lingkungan RT atau RW untuk menanam pohon di beberapa titik dan merawatnya bersama-sama.
Karena perubahan iklim disebabkan juga oleh emisi karbon dari gas buang industri, maka salah satu cara efektif dilakukan adalah menghemat penggunaan energy dan mengadakan penyuluhan agar masyarakat dapat lebih paham dan peduli terhadap lingkungan.
Mengurangi penggunaan bensin atau solar dengan mengajak masyarakat untuk berjalan kaki dan bersepeda jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh.
Membuat peratuan tegas untuk masyarakat yang membuang peralatan elektronik, meja, lemari, dab barang besar lainnya.
Menyediakan layanan berbayar untuk masyarakat yang ingin membuang peralatan elektronik agar masyarakat tidak konsumtif.
Meningkatkan fasilitas transportasi umum, mulai dari jumlah, tingkat kebersihan, dan fasilitas penunjang lainnya agar masyarakat tertarik menggunakannya.
Kita memang tidak dapat menghilangkan emisi karbon secara menyeluruh karena kegiatan manusia juga memerlukan peralatan yang enghasilkan emisi karbon, tetapi kita dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan secara berlebihan untuk menjaga bumi tetapi sehat.
Jika bumi kita sehat, bersih, dan terawat maka kita dan anak cucu kita di masa depan juka akan merasakannya. “kalau #BersamaBergerakBerdaya versi kalian seperti apa nih? Boleh tulis di kolom komentar ya!”
Sumber